Showing posts with label sri. Show all posts
Showing posts with label sri. Show all posts

TAPA NGRAME

  • 0

















Kebo bule dipakai untuk menandai sebuah mantra-doa keselamatan, agar jauh dari marabahaya. Dewi Sri menunggang Kebo bule melakukan tapa ngrame, dengan membagi-mbagikan rejeki, agar setiap orang yang menerima tidak hanya kenyang tetapi juga selamat
cat minyak pada kanvas 200cm x 150cm, 2013

MEDITATION IN CROWDS. Riding a white (albino) buffalo, as a symbol of safety, Dewi Sri is doing a meditation among the crowds (tapa ngrame). While giving them foods, her doing not only make them satisfied, but also make them safe.

Oil on canvas 200cm x 150cm, 2013

SRI-TIKUS

  • 0











Jika ada tikus mati di lumbung padi, dapat dipastikan ia mati bukan karena kelaparan, melainkan karena ‘kemlakaren’ makan terlalu banyak melebihi kapasitas perutnya. Negara yang ‘gemah ripah-lohjinawi’ makur berkelimpahan ini tidak akan pernah habis untuk memenuhi kebutuhan akan makan.  Namun akan lain jadinya jika yang dipenuhi bukan sekedar kebutuhan makan, melainkan keingingan untuk makan. Keinginan yang dibiarkan liar akan menjelma menjadi ketamakan. Ia akan memakan apa saja dan memakan siapa saja.  
cat minyak pada kanvas 200cm x 150 cm, 2014
 

SRI-RAT. If there is a rat dies in a rice barn, surely it’s not died because of hunger, but it is greed that killed the rat. The same thing can happen to a greedy man. Prosperity can make men want to have more and more. They can eat everything and exploit everyone else.

SRI- ULAR SAWAH

  • 0














Pernah suatu ketika Dewi Sri menjelma menjadi ular sawah, untuk membantu petani mengusir hama tananam padi, terutama tikus. Oleh karena kepercayaan tersebut, para petani tidak boleh mengusir ular sawah dari sawah mereka, apalagi membunuhnya.
cat minyak pada kanvas 87 cm x 117.5 cm, 2003


SRI-PHYTON. Dewi Sri once transformed into a phyton to help the farmers eliminate some pest, especially rats. Because of that myth, farmers are not allowed to frighten away nor kill phyton in their ricefields.

Sri Import

  • 0
Ketika tanah pertanian semakin menyempit, Dewi Padi pun semakin berkurang. Padahal kebutuhan pangan semakin bertambah. Agar kebutuhan pangan tercukupi, didatangkan padi dari mancanegara. Tidak disadari bahwa dengan langkah demikian petani lokal semakin tepinggirkan. Digambarkan dewi Sri memakai bikini di kelilingi para raksasa yang mengancam keselamatan petani lokal.  

When the agriculture lands are getting narrower, there are less rice goddess. Meanwhile, the needs for food increase. To cover all the needs, rice is imported from foreign countries. It is not realized that by doing that, local farmers are marginalized. Depicted that Dewi Sri is wearing a bikini surrounded by giants that threaten the local farmers.

Oil on canvas
110 cm x 150 cm

Sri Gendong

  • 0


Dewi Sri bagi masyarakat tradisional Jawa dijadikan symbol Dewi Padi atau Dewi kesuburan. Baik kesuburan tanah pertanian maupun kesuburan suami isteri. Dengan kepercayaan tersebut, pada rumah-rumah masyarakat tradisional disediakan ruang khusus untuk bersemayamnya Dewi Kesuburan yang dinamakan Pedaringan atau Pasren. Pedaringan adalah tempat tidur yang ditata indah terletak di senthong tengah, ruangan paling belakang di bangunan induk. Di pedaringan inilah dilakukan ritual doa untuk memohon agar Dewi Sri berkenan tinggal dan berbaring di pedaringan yang telah disediakan. Karena dengan demikian dapat dimaknai bahwa keluarga yang bersangkutan senantiasa dilimpahi kesuburan dan kesejahteraan lahir batin. Walaupun jaman sekarang Dewi Sri tidak lagi ditempatkan di Pedaringan Senthong Tengah, makanan atau rejeki dan kesejahteraan masih tetap menjadi tujuan utama orang hidup. Oleh karenanya orang berlomba-lomba mengejar Dewi rejeki kesejahteraan. Bahkan banyak orang menempatkan diri sebagai hamba dari Dewi Sri. Ia rela menggendhong Dewi Sri kemana-mana seperti layaknya binatang tunggangan. Tanpa disadarinya, ketika orang mengejar kesuburan kesejahteraan secara lahir, sesungguhnya jiwanya sendiri menjadi kering kerontang.



SRI GENDHONG (gendhong: carry something on back)
Dewi Sri for Javanese traditional people was a symbol of rice goddess or fertility goddess. Soil fertility as well as human fertility. With those belief, in each traditional house there is a special room for Dewi Sri called Pedaringan or Pasren. Pedaringan is a beautifully arranged sperbedroom, located in middle senthong, backside of main building. There, worship ritual takes place. The family pray so Dewi Sri would come and stay in the prepared pedaringan, so they will always be blessed with fertility, prosperity,  and peace. Nowadays, although Dewi Sri no longer worshipped in Pedaringan, food and prosperity are still the main goals of people. So, people struggling to pursue the goddess of prosperity. Moreover, many people act as Sri’s servants. They willing to carry Sri on their back everywhere like they are animals for her to ride. Unconsciously, when they pursue physical prosperity (richness), actually their own soul is getting dry.

Oil on canvas
110 cm x 140 cm

Check in

  • 0

Dewi Sri adalah dewi Padi, lambang kesuburan dan kesejahteraan. Dipercaya bahwa, ketika Dewi Sri dan Dewa Sadana pasangannya datang dan kemudian berkenan singgah disuatu tempat, maka tempat tersebut akan mengalami kemakmuran dan kesejahteraan

Check In
Dewi Sri is the rice goddess, the symbol of prosperity and welfare. People believe that if the couple Dewi Sri and Dewa Sadana come and stop in a certain place, that place will become prosperous.


oil on canvas
70 cm x 50 cm

Dewi Kesuburan

  • 0
Dewi Sri yang merupakan Dewi Kesuburan terbaring diam penuh kesabaran, menghadapi eksploitasi alam yang merusak.
The Goddess of Fertility – Dewi Sri, the Goddess of Fertility, laid on quietly and patiently facing the destroying nature exploitation.


Mencari Sri

Ketika tanah sudah tidak subur lagi dan rakyat mengalami gagal panen, Semar mencari Dewi Sri, yang adalah Dewi Padi, agar berkenan pulang untuk melimpahkan kesejahteraan dan kesuburan.
Looking for Sri – When the land was no longer fertile and the people failed to harvest, Semar looked for Dewi Sri, the Goddess of Rice, to beg her went home to bestow prosperity and fertility for the people.

Sri Gunung

  • 0

Dewi adalah perempuan, sedangkan Gunung adalah simbol laki-laki. Bersatunya perempuan dan laki-laki akan menjadi sumber kesuburan. Panorama gunung yang subur bagaikan seorang Dewi yang molek.
The Mountain Goddess – Goddess was a female, while mountain was a symbol of male. The unity of male and female would be the beginning of fertility. The landscape of a fertile mountain was similar to a pretty goddess.