Showing posts with label abiyasa. Show all posts
Showing posts with label abiyasa. Show all posts

DAMAI SEJAHTERA

  • 0


















Padepokan Saptaarga adalah padepokan yang mengajarkan cintakasih. Begawan Abiyasa sebagai guru senantiasa mengajarkan cinta dalam arti luas. Cinta antara guru dan murid, cinta antara sesama ciptaan dan cinta terhadap lingkungan. Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa hidup di dunia ini jika tanpa cinta.
tinta pada kertas
35 cm x 45 cm
karya herjaka HS 2008

 PEACE
Saptaarga Residence was a place owned by Begawan Abiyasa, a priest who taught about love. Love between pupils and teacher, love among all God’s creatures and love to nature. Because actually there’s nothing can live in this world without love.
Ink on paper
35 cm x 45 cm

Herjaka HS 2008

BEGAWAN ABIYASA

  • 0




Ia adalah seorang begawan yang arif dan bijaksana, ia tinggal di Padepokan Saptaarga. Sepanjang hidupnya ia selalu mengajarkan keluhuran budi dan kerendahan hati kepada cantrik-cantrik yang berguru kepadanya.  Di dalam bimbingan Sang Begawan, para cantrik merasakan keteduhan dan kedamaian. Ibarat kawanan domba yang dihantarkan ke padang rumput nan hijau segar. Betapa senang dan bahagia berada dalam gendhongannya, pada saat hidup ini megalami letih dan lelah.

Cat minyak pada kanvas
150 cm x 80 cm
Herjaka HS 2011

Begawan Abiyasa was a wise begawan (Hindu priest). He lived in Padepokan Saptaarga. All his life he always thaught nobleness and humble attitude to his pupils. Under Abiyasa’s guidance, his pupils felt calm and peace. That relation was like a shepperd leaded his sheepfold to a green pastureland.

Oil on canvas
150 cm x 80 cm
Herjaka HS 2011

Collected by Dr Kondang Usodo, Tangerang

Sayapnya Terluka Dihiasi Kesedihan

  • 0

Di alam keabadian, lewat kawah gunung, Abiyasa perintis negara Hastinapura menyaksikan anak cucunya yang masih hidup di dunia saling membunuh, berebut kekuasaan. Padahal ia selalu mengajarkan dan meneladankan welas-asih kepada mereka.
Sadness Adorned His Hurt Wings – In the eternity, Abiyasa the founder of Hastinapura Kingdom, through the crater descried his children still alive in the world were slaughtering each other and fighting over power. Though he used to model and inculcate compassion into them.